NIPPON untuk (menipu) Ibu Pertiwi
Saudara Tua Datang ke Indonesia
Indonesia terkenal dengan
keramahan bangsanya. Bahkan diangkat menjadi negara teramah di dunia. Oleh
karena itu Indonesia mudah untuk menerima bangsa-bangsa asing yang berkunjung
ke Indonesia. Indonesia menyambut orang-orang asing itu dengan senyuman, dan
perlakuan yang sangat ramah tamah itu. Siapa yang tidak ingin mendapat
perlakuan sebaik itu? Semua pasti senang mendapat sambutan yang seperti itu.
Seperti kedatangan bangsa Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris. Mereka
disambut oleh bangsa Indonesia dengan sangat ramah. Karena keramahan dari
bangsa Indonesia itu, membuat bangsa-bangsa asing itu sangat nayaman untuk
tinggal di Indonesia. Awalnya mereka datang untuk berdagang. Namun lama
kelamaan niat mereka berubah menjadi niat untuk menguasai Indonesia. Karena
mereka tahu bahwa kekayaan Indonesia sangatlah besar. Dan pada akhirnya mereka
menjajah. Kedatangan itu diikuti oleh bangsa Jepang. Namun dengan taktik yang
berbeda. Mereka datang dengan ramah, baik, dan mengaku sebagai saudara tua. Ah
ya, saudara tua?!
Jepang datang ke Indonesia
dengan mengaku-ngaku sebagai saudara tua. Karena rakyat Indonesia yang
mempunyai sifat gampang dibohongi dan dapat percaya dengan siapa dan hal apa saja,
maka kedatangan Jepang itu disambut dengan senang hati oleh rakyat Indonesia.
Semua bergembira dengan kedatangan sang saudara tua tersebut. Jepang dianggap
mampu untuk mengusir para penjajah dari Eropa tersebut. Yaitu Belanda, yang selama
3,5 abad menjajah Indonesia dengan segala kearogannya itu. Jepang melakukan
propaganda di seluruh nusantara untuk mencari dukungan dari rakyat Indonesia
tersebut. Jepang yang semakin dielu-elukan oleh rakyat Indonesia kian
menjadi-jadi. Berbagai propaganda seperti bendera Indonesia boleh dikibarkan
disamping bendera Jepang, lagu Indonesia Raya disiarkan di radio Tokyo
disamping lagu Kigimayo. Selain itu melalui siaran radio, Jepang
mempropagandakan bahwa barang-barang buatan Jepang murah sehingga rakyat
Indonesia mudah untuk membelinya. Simpati dan dukungan rakyat Indonesia juga
dikarenakan perilaku Jepang yang sangat membenci Belanda. Jepang juga selalu
mempropagandakan bahwa kedatangnya ke Indonesia untuk membebaskan rakyat dan
cengkreman penjajahan Belanda, Jepang juga akan membantu memajukan rakyat
Indonesia, berjanji bahwa akan memberikan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia.
Lalu untuk lebih meyakinkan bangsa Indonesia, Jepang membuat perkumpulan yang
disebut Gerakan Tiga A. Yaitu “Jepang Pemimpin Asia”. “Jepang Cahaya Asia”.
“Jepang Pelindung Asia”. Gerakan ini dibangun pada masa perang dunia II pada
tanggal 29 Maret 1942. Gerakan ini semata-mata untuk memikat hati dan menarik
simpati rakyat Indonesia untuk membantu Jepang. Rakyat pun semakin simpati
dengan Jepang tersebut. Akan tetapi semakin berjalannya waktu Jepang
mengingkari janji-janjinya itu. Baru berjalan 11 hari saja, Jepang sudah
melarang rakyat Indonesia untuk mengibarkan bendera merah putih, dilarang menyanyikan
lagu Indonesia Raya. Bahkan Jepang memprogandakan agar rakyat mau untuk
menyerahkan seluruh tenaga dan hartanya kepada Jepang untuk keperluan perang.
Jepang memang mengikuti Perang Dunia II saat itu, maka diperlukan tenaga dan
uang yang banyak untuk perbekalan dalam masa perang. Beribu-ribu rakyat
Indonesia terkena wajib kerja paksa. Mereka harus membangun jalan, benteng
untuk markas pertahanan Jepang, membuat landasan militer, membuat
jembatan-jembatan,dll. Semua itu dikerjakan tanpa diberi makan, upah, dan waktu
untuk istirahat. Itu menyebabkan banyak ribuan rakyat Indonesia mati kelaparan
dan mati saat bekerja. Mereka sangat mendapatkan perlakuan buruk dari Jepang
selama 3,5 tahun. Penderitaan rakyat Indonesia pada masa penjajahan Jepang
lebih parah ketimbang penderitaan rakyat Indonesia di masa penjajahan Belanda.
Selain itu, para wanita pun disuruh untuk melayani para tentara Jepang. Mereka
biasa disebut wanita penghibur atau dalam bahasa Jepang disebut geisha. Para
tentara Jepang setiap hari meniduri para wanita pribumi. Mereka melakukannya
untuk memuaskan nafsu mereka dan bangsa Jepang ingin agar keturunan orang
Jepang banyak berada di Indonesia. Sehingga Jepang bisa menguasai Indonesia
dengan mudah. Segala bentuk kekejaman bangsa Jepang terhadap rakyat Indonesia
tersebut menimbulkan keresahan seluruh rakyat Indonesia. Tidak sedikit rakyat
yang bersimpati dan berempati. Akhirnya timbulah berbagai perlawanan terhadap
Jepang. Perlawanan tersebut dilakukan dengan berbagai strategi, antara lain :
1. Strategi Kooperasi, yaitu strategi yang muncul karena
larangan Jepang terhadap berdirinya semua organisasi pergerakan nasional.
2. Strategi Gerakan di Bawah Tanah(ilegal), yaitu strategi
yang muncul akibat terlalu kuatnya pemerintah Jepang menekan dan melarang
golongan oposisi. Gerakan nasionalisme yang ada ternyata tidak mampu menandingi
kekuatan pemerintah Jepang. Oleh karena itu beberapa pejuang nasionalis
mengambil jalan ilegal.
3. Perlawanan Bersenjata, yaitu perlawanan rakyat Indonesia
yang dilakukan di berbagai daerah meliputi rakyat. Perlawanan rakyat yang
terkenal adalah Perlawanan Rakyat Singaparna, Perlawanan Rakyat Aceh,
Perlawanan PETA.
Perlawanan-perlawanan tersebut diakhiri dengan berita
gembira. Pada tanggal 15-16 Agustus 1945 Indonesia mengalami kekosongan
kekuasaan. Atau yang disebut Vacuum of Power. Hal itu terjadi karena Jepang
menyerah pada sekutu tanpa alasan. Hal itu disambut baik oleh para golongan
muda Indonesia. Mereka mempersiapkan segala sesuatu untuk peristiwa proklamasi.
Walaupun sempat timbul perdebatan antara golongan muda dan tua hingga terjadi
peristiwa rengasdengklok, namun pembacaan teks proklamasi berlangsung dengan
khidmat. Pada tanggal 17 Agustus 1945 sekitar pukul 23:00. Pada saat itu
Indonesia telah merdeka. Segala cara untuk menyebarkan berita kemerdekaan
tersebut dilakuakan. Sepeti menulis tulisan Indonesia merdeka pada gerbong
kereta, tembok-tembok, dan di tempat umum. Akhirnya berita pun menyebar ke
seluruh nusantara. Jepang pun tak mampu berkutik karena Indonesia telah bersatu.
Pada hakekatnya Jepang
berusaha untuk menguasai Indonesia karena Jepang memerlukan banyak dana
dan tenaga untuk ikut ambil alih dalam Perang Dunia II. Mereka datang dengan
segala propaganda yang menarik, dan baik itu agar rakyat Indonesia mau menerima
kedatangannya. Karena Jepang belajar dari kedatangan bangsa penjajah Indonesia
terdahulu yang datang secara arogan sehingga kurang disambut baik oleh bangsa
Indonesia. Segala siasat yang dilakukan Jepang itu akhirnya terbongkar pula.
Dan rakyat Indonesia dapat bebas dari bangsa penjajah terlaknat itu.
Referensi :
1. http://coretan-berkelas.blogspot.com/2015/01/perlawanan-rakyat-indonesia-terhadap.html?m=1 23-01-2016
2. Kemendikbud. 2014. Sejarah Indonesia. Jakarta. Pusat
Kurikulum dan Perbukuan