Kamis, 01 September 2016

NIPPON untuk (menipu) Ibu Pertiwi
Saudara Tua Datang ke Indonesia
            Indonesia terkenal dengan keramahan bangsanya. Bahkan diangkat menjadi negara teramah di dunia. Oleh karena itu Indonesia mudah untuk menerima bangsa-bangsa asing yang berkunjung ke Indonesia. Indonesia menyambut orang-orang asing itu dengan senyuman, dan perlakuan yang sangat ramah tamah itu. Siapa yang tidak ingin mendapat perlakuan sebaik itu? Semua pasti senang mendapat sambutan yang seperti itu. Seperti kedatangan bangsa Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris. Mereka disambut oleh bangsa Indonesia dengan sangat ramah. Karena keramahan dari bangsa Indonesia itu, membuat bangsa-bangsa asing itu sangat nayaman untuk tinggal di Indonesia. Awalnya mereka datang untuk berdagang. Namun lama kelamaan niat mereka berubah menjadi niat untuk menguasai Indonesia. Karena mereka tahu bahwa kekayaan Indonesia sangatlah besar. Dan pada akhirnya mereka menjajah. Kedatangan itu diikuti oleh bangsa Jepang. Namun dengan taktik yang berbeda. Mereka datang dengan ramah, baik, dan mengaku sebagai saudara tua. Ah ya, saudara tua?!
            Jepang datang ke Indonesia dengan mengaku-ngaku sebagai saudara tua. Karena rakyat Indonesia yang mempunyai sifat gampang dibohongi dan dapat percaya dengan siapa dan hal apa saja, maka kedatangan Jepang itu disambut dengan senang hati oleh rakyat Indonesia. Semua bergembira dengan kedatangan sang saudara tua tersebut. Jepang dianggap mampu untuk mengusir para penjajah dari Eropa tersebut. Yaitu Belanda, yang selama 3,5 abad menjajah Indonesia dengan segala kearogannya itu. Jepang melakukan propaganda di seluruh nusantara untuk mencari dukungan dari rakyat Indonesia tersebut. Jepang yang semakin dielu-elukan oleh rakyat Indonesia kian menjadi-jadi. Berbagai propaganda seperti bendera Indonesia boleh dikibarkan disamping bendera Jepang, lagu Indonesia Raya disiarkan di radio Tokyo disamping lagu Kigimayo. Selain itu melalui siaran radio, Jepang mempropagandakan bahwa barang-barang buatan Jepang murah sehingga rakyat Indonesia mudah untuk membelinya. Simpati dan dukungan rakyat Indonesia juga dikarenakan perilaku Jepang yang sangat membenci Belanda. Jepang juga selalu mempropagandakan bahwa kedatangnya ke Indonesia untuk membebaskan rakyat dan cengkreman penjajahan Belanda, Jepang juga akan membantu memajukan rakyat Indonesia, berjanji bahwa akan memberikan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Lalu untuk lebih meyakinkan bangsa Indonesia, Jepang membuat perkumpulan yang disebut Gerakan Tiga A. Yaitu “Jepang Pemimpin Asia”. “Jepang Cahaya Asia”. “Jepang Pelindung Asia”. Gerakan ini dibangun pada masa perang dunia II pada tanggal 29 Maret 1942. Gerakan ini semata-mata untuk memikat hati dan menarik simpati rakyat Indonesia untuk membantu Jepang. Rakyat pun semakin simpati dengan Jepang tersebut. Akan tetapi semakin berjalannya waktu Jepang mengingkari janji-janjinya itu. Baru berjalan 11 hari saja, Jepang sudah melarang rakyat Indonesia untuk mengibarkan bendera merah putih, dilarang menyanyikan lagu Indonesia Raya. Bahkan Jepang memprogandakan agar rakyat mau untuk menyerahkan seluruh tenaga dan hartanya kepada Jepang untuk keperluan perang. Jepang memang mengikuti Perang Dunia II saat itu, maka diperlukan tenaga dan uang yang banyak untuk perbekalan dalam masa perang. Beribu-ribu rakyat Indonesia terkena wajib kerja paksa. Mereka harus membangun jalan, benteng untuk markas pertahanan Jepang, membuat landasan militer, membuat jembatan-jembatan,dll. Semua itu dikerjakan tanpa diberi makan, upah, dan waktu untuk istirahat. Itu menyebabkan banyak ribuan rakyat Indonesia mati kelaparan dan mati saat bekerja. Mereka sangat mendapatkan perlakuan buruk dari Jepang selama 3,5 tahun. Penderitaan rakyat Indonesia pada masa penjajahan Jepang lebih parah ketimbang penderitaan rakyat Indonesia di masa penjajahan Belanda. Selain itu, para wanita pun disuruh untuk melayani para tentara Jepang. Mereka biasa disebut wanita penghibur atau dalam bahasa Jepang disebut geisha. Para tentara Jepang setiap hari meniduri para wanita pribumi. Mereka melakukannya untuk memuaskan nafsu mereka dan bangsa Jepang ingin agar keturunan orang Jepang banyak berada di Indonesia. Sehingga Jepang bisa menguasai Indonesia dengan mudah. Segala bentuk kekejaman bangsa Jepang terhadap rakyat Indonesia tersebut menimbulkan keresahan seluruh rakyat Indonesia. Tidak sedikit rakyat yang bersimpati dan berempati. Akhirnya timbulah berbagai perlawanan terhadap Jepang. Perlawanan tersebut dilakukan dengan berbagai strategi, antara lain :
1.      Strategi Kooperasi, yaitu strategi yang muncul karena larangan Jepang terhadap berdirinya semua organisasi pergerakan nasional.
2.      Strategi Gerakan di Bawah Tanah(ilegal), yaitu strategi yang muncul akibat terlalu kuatnya pemerintah Jepang menekan dan melarang golongan oposisi. Gerakan nasionalisme yang ada ternyata tidak mampu menandingi kekuatan pemerintah Jepang. Oleh karena itu beberapa pejuang nasionalis mengambil jalan ilegal.
3.      Perlawanan Bersenjata, yaitu perlawanan rakyat Indonesia yang dilakukan di berbagai daerah meliputi rakyat. Perlawanan rakyat yang terkenal adalah Perlawanan Rakyat Singaparna, Perlawanan Rakyat Aceh, Perlawanan PETA.
Perlawanan-perlawanan tersebut diakhiri dengan berita gembira. Pada tanggal 15-16 Agustus 1945 Indonesia mengalami kekosongan kekuasaan. Atau yang disebut Vacuum of Power. Hal itu terjadi karena Jepang menyerah pada sekutu tanpa alasan. Hal itu disambut baik oleh para golongan muda Indonesia. Mereka mempersiapkan segala sesuatu untuk peristiwa proklamasi. Walaupun sempat timbul perdebatan antara golongan muda dan tua hingga terjadi peristiwa rengasdengklok, namun pembacaan teks proklamasi berlangsung dengan khidmat. Pada tanggal 17 Agustus 1945 sekitar pukul 23:00. Pada saat itu Indonesia telah merdeka. Segala cara untuk menyebarkan berita kemerdekaan tersebut dilakuakan. Sepeti menulis tulisan Indonesia merdeka pada gerbong kereta, tembok-tembok, dan di tempat umum. Akhirnya berita pun menyebar ke seluruh nusantara. Jepang pun tak mampu berkutik karena Indonesia telah bersatu.
Pada hakekatnya Jepang  berusaha untuk menguasai Indonesia karena Jepang memerlukan banyak dana dan tenaga untuk ikut ambil alih dalam Perang Dunia II. Mereka datang dengan segala propaganda yang menarik, dan baik itu agar rakyat Indonesia mau menerima kedatangannya. Karena Jepang belajar dari kedatangan bangsa penjajah Indonesia terdahulu yang datang secara arogan sehingga kurang disambut baik oleh bangsa Indonesia. Segala siasat yang dilakukan Jepang itu akhirnya terbongkar pula. Dan rakyat Indonesia dapat bebas dari bangsa penjajah terlaknat itu.

Referensi :
2.      Kemendikbud. 2014. Sejarah Indonesia. Jakarta. Pusat Kurikulum dan Perbukuan